wrap2'>
#

Senin, 31 Oktober 2011

Long Term Trading vs Intra-Day vs Scalping

Dalam perdagangan forex dikenal beberapa metode trading yang biasa digunakan trader.
Setiap trader mempunyai favoritnya masing-masing. Manakah yang menjadi favorit anda?

Long Term trading
Seorang long term trader akan menahan posisi open untuk jangka waktu yang lama, bisa beberapa minggu bahkan hingga bulanan. Close transaksi baru dilakukan jika profit yang dihasilkan sudah sesuai target.

Untuk trader tipe ini, floating minus hingga 100 pips adalah hal biasa dan tidak menjadi pemikiran. Mereka sudah memperhitungkan bahwa account trading mereka bisa menahan posisi minus hingga ratusan bahkan sampai ribuan pips. Setingan Stop Lost dan Take Profit sampai ratusan pips.

Dengan long term strategi, keuntungan satu kali trading bisa sangat besar. Untuk analisa kapan harus masuk pasar juga tidak terlalu memusingkan, karena yang menjadi bidikan adalah trend pergerakan jangka panjang.
Yang jelas dengan trading model ini, tekanan emosi/psikologis menjadi tidak begitu besar. Trader juga tidak perlu setiap hari mengecek chart.
Metode ini sangat cocok untuk orang yang sibuk dan bermodal besar.

Keuntungan:
Tekanan psikologis jauh lebih kecil.
Tidak perlu mengawasi chart setiap hari.
Analisa lebih sederhana, lebih ke arah analisa fundamental.

Kekurangan:
Perlu modal besar agar tradingnya aman dan profit yang dihasilkan sesuai dengan lamanya waktu investasi.
Perlu pemahaman lebih tentang analisa fundamental, ikuti perkembangan ekonomi lewat berbagai media cetak dan televisi; Bloomberg, CNBC dll.

Intra-Day
Trader dengan tipe ini hanya menahan posisi open untuk jangka waktu pendek, dalam sehari biasanya sudah close transaksi. Terkadang molor sampai 2-3 hari karena posisi masih floating.
Trader perlu memperhitungkan pergerakan rata-rata harian untuk pair mata uang yang menjadi spesialisasi.
Besarnya Stop Loss dihitung sesuai dengan maksimal loss yang ditolerir dan mempertimbangkan pergerakan rata-rata harian pairs bersangkutan.

Keuntungan:
Tidak perlu modal besar.
Kekurangan:
Perlu pemahaman lebih tentang analisa teknikal dan fundamental.
Harus sering-sering cek chart mata uang.
Perlu mengawasi fundamental news yang akan dirilis.
Tekanan psikologis lebih besar.

Scalping
Sebagian besar trader menyukai tipe ini, hanya mengambil profit 5-10 point kemudian close transaksi. Untuk memperbesar profit maka transaksi harus sering dilakukan, tapi sayangnya dengan semakin banyak transaksi, resiko kehilangan uang juga semakin besar.

Analisa teknikal harus matang dengan memperbanyak signal forex sebagai pemandu. Trader tipe ini perlu menghindari fundamental news dan tidak melakukan transaksi saat news dengan “High impact” akan di rilis. Selain itu pairs yang ditradingkan sebaiknya pairs dengan spread kecil.

Keuntungan:
Tidak perlu modal besar
Kekurangan:
Perlu mengawasi chart setiap detik, lengah dikit hilang profit. ;-)
Pairs yang ditradingkan juga terbatas, dengan pertimbangan hanya mengambil pairs dengan spread kecil (EURUSD, GBPUSD).
Harus siap spot jantung, dan kepala cenut-cenut saat posisi sedang floating minus. :

Mana yang lebih menguntungkan diantara ketiga metode ini? Jawabanya tentu tergantung dari masing-masing trader. Anda perlu mencoba ketiga metode ini dan menentukan mana yang cocok dengan gaya trading anda.
Terlepas dari itu semua, untuk bisa sukses di forex anda perlu “Super Disiplin” dalam menerapkan risk management. Berlatih.. berlatih.. dan terus berlatih..

Semoga bermanfaat..

0 komentar:

Posting Komentar

 
KOMUNITAS FOREX MALANG | INVESTASI FOREX FIX PROFIT 4% | PELATIHAN FOREX