wrap2'>
#

Senin, 20 Februari 2012

Kemilau Emas Dimata Investor

Gold - twps2 - www.seputarforex.comEmas merupakan komoditi logam yang paling diminati investor karena nilainya terus meningkat dan memiliki daya jual tinggi. Kontrak berjangka emas disebut dengan Gold Futures dengan basis transaksi di Commodity Exchange of New York atau biasa disebut COMEX. Bursa berjangka komoditi ini adalah salah satu divisi dari New York Merchantile Exchange (NYMEX).


Kode perdagangan emas adalah XAU dan merupakan komoditi dengan tingkat likuiditas yang sangat tinggi dibandingkan komoditi lain. Satuan ukur dari harga emas menggunakan kuantitas berat yang dimilikinya, yakni per ons atau troy-ounce.

Emas lazim digunakan investor ketika kondisi pasar tidak memberikan kepastian investasi. Misalnya saat indeks bursa saham sedang jatuh, bersamaan dengan gejolak pada perdagangan valuta asing. Situasi tersebut umumnya mempersempit peluang meraih keuntungan. Di sinilah emas mengambil peran sebagai sarana penyelamat atau biasa disebut safe haven. Aksi investor untuk menghindari instrumen investasi beresiko (risk aversion) mendorong naiknya permintaan terhadap aset pelindung nilai.


Berikut adalah beberapa faktor penting yang mempengaruhi pergerakan komoditi Emas :
  1.  Dollar Amerika Serikat (USD) : Dollar AS menjadi salah satu faktor penentu jual beli emas. Hal ini karena satuan harga emas dinyatakan dalam bentuk valuta dollar AS.Korelasi: Negatif
    Semakin tinggi nilai tukar Dollar AS terhadap mata uang lain, maka harga emas cenderung menurun (berlaku pula sebaliknya).
  2. Ancaman Inflasi :Inflasi merupakan ancaman serius bagi banyak negara, khususnya yang berskala sedang maupun besar. Kenaikan tingkat inflasi adalah momentum tepat bagi investor untuk mengoleksi emas sebagai media pelindung nilai aset. Lebih dari itu, lonjakan harga emas juga bisa memberi keuntungan bagi investor. Inflasi berdampak buruk bagi dunia investasi karena membuat nilai berbagai aset jadi lebih rendah.Korelasi: Positif
    Semakin tinggi inflasi pada suatu negara, maka peluang kenaikan harga emas kian terbuka lebar
  3. Kondisi Pasar Keuangan :Kondisi sektor finansial bisa mencerminkan baik atau buruknya perekonomian sebuah negara.  Situasi pasar keuangan yang tidak kondusif akan mendorong investor untuk berburu emas. Hal ini karena investor kehilangan pedoman atau arah investasi yang akurat untuk menentukan strategi investasi masa depan. Sektor keuangan biasanya banyak dipengaruhi oleh pemberitaan media maupun kebijakan yang ditempuh oleh suatu negara/lembaga berwenang.Korelasi: Positif
    Semakin buruk perekonomian atau pasar sebuah negara, maka makin tinggi pula harga emas

Berikut ini adalah ilustrasi pergerakan harga emas dunia.
Gold Chart - twps2 - www.seputarforex.com

Chart Pattern Double

Sebuah Chart Pattern Double Top ialah pola pembalikan yang terbentuk setelah ada perpanjangan pergerakan. TOP atau  “puncak” adalah puncak yang terbentuk ketika harga menyentuh tingkat tertentu yang tidak dapat lagi ditembus. Setelah menyentuh tingkat ini, maka harga akan terpental sedikit, namun kemudian akan kembali menguji ketingkat puncak lagi. Jika harga memantul dari tingkat itu lagi, maka anda memiliki DOUBLE TOP. Berikut gambaran mengenai double top :

DB - twps2 - pendulangforex
Pada gambar grafik diatas anda dapat melihat bahwa dua puncak atau “puncak” terbentuk dua kali. Coba anda perhatikan pada puncak kedua yang mana tidak mampu menembus tinggi puncak sebelumnya. Ini adalah tanda yang kuat bahwa pembalikan akan terjadi yang mengatakan kepada kita bahwa tekanan beli sudah selesai. Dengan double top, saya akan memesan entri kami dibawah leher karena kami mengantisipasi pembalikan dari uptrend.
DB2 - twps2 - pendulangforex
Dengan melihat gambar grafik ke dua diatas, dapat anda dapat lihat bahwa harga menembus neckline (leher) dan kemudian terjun kebawah. Ingat bahwa puncak ganda atau double top adalah formasi pembalikan dari sebuah tren sehingga anda akan menemukan kejadian ini setelah ada uptrend yang kuat.

Anda juga akan melihat bahwa harga terjun kurang lebih sama tingginya dengan pembentukan double top. Hal itu perlu diingat karena itu akan berguna untuk menetapkan target keuntungan (Take Profit) selanjutnya.

Double Bottom
Pada bagian bawah ganda (double bottom), juga merupakan sebuah formasi pembalikan dari tren. namun kali ini kita akan mencari untuk pergi buy bukannya sell. Formasi tersebut terjadi setelah downtrend ketika terjadi dua bottom telah terbentuk.
DBF - twps2 - pendulangforex
Anda dapat melihat bahwa setelah terjadi trend pada sebelumnya, harga membentuk dua lembah karena tidak bisa pergi kebawah tingkat tertentu. Perhatikan juga bagaimana bottom kedua tidak mampu secara signifikan memecahkan bottom yang pertama. Ini adalah tanda bahwa tekanan jual sudah selesai, dan akan terjadi suatu pergerakan pembalikan yang akan segera terjadi.
DBA - twps2 - pendulangforex
Harga dapat mematahkan leher yang kemudian terbang tinggi. Lihat bagaimana harga melonjak tinggi hampir sama panjangnya dengan pembentukan double bottom.

Yang perlu anda ingat, seperti yang terjadi pada double top, double bottom  juga formasi pembalikan. Semoga Pengertian Pattern Double ini dapat menambah wawasan anda dalam mengarungi Trading Forex.

Salam Profit
uchuppiero

Jumat, 17 Februari 2012

Style Trader Forex

Style Trader
Trader dapat kita jadikan 3 kelompok berdasarkan cara dan waktu tradingnya. Trader yang saya maksudkan disini adalah trader individu atau organisasi atau institusi keuangan yang trading untuk memperoleh profit dari fluktuatif nilai mata uang, bukan untuk kepentingan transaksi perdagangan internasional.

1. Trader Scalping
Trader seperti ini menerapkan cara scalping yaitu melakukan banyak order namun target perolehan pips yang sedikit antara 8 - 20 pips. Biasanya trader ini memanfaatkan banyak waktu didepan komputer untuk mengawasi pergerakan nilai mata uang. Trader ini cukup ketat dalam mengelola margin, biasanya mereka menggunakan Stop Loss karena tidak ingin kerugian mereka menjadi banyak.
Alasan broker melarang teknik ini tak lain karena membebani server. Biasanya Broker mempersulit para trader untuk entry/exit pada posisi yang diinginkan pada saat perdagangan tengah berlangsung, walaupun dijanjikan adanya fasilitas instant execution. Namun ada beberapa broker yang mengizinkan teknik ini dengan syarat-syarat tertentu.


2. Trader Intraday
Trader Intraday adalah perdagangan yang diarahkan pada perolehan keuntungan dalam satu hari. Trader jenis ini banyak menghabiskan waktu didepan komputer namun tidak mesti mengawasi pergerakan harga mata uang setiap saat. Target perolehan pips mereka lebih besar dari trader scalping, biasanya antara 20-80 pips. Namun frekuensi ordernya lebih sedikit dibandingkan trader scalping.


3. Trader Swing
Swing trading adalah sebuah gaya trading yang mencoba untuk menangkap keuntungan dalam pasar mata uang dalam waktu satu sampai empat hari. Swing trader menggunakan analisa teknikal untuk mencari Mata uang dengan harga momentum jangka pendek. Para pedagang ini tidak tertarik pada nilai fundamental, tetapi lebih pada tren harga mereka dan pola.
Biasanya style trading ini digunakan oleh trader yang tak ingin terus menerus mengamati chart. Lembaga Keuangan dalam ukuran terlalu besar tidak mudah untuk keluar masuk pasar dengan cepat. Maka pedagang individulah yang mampu mengeksploitasi gerakan harga mata uang dengan cepat tanpa harus bersaing dengan pedagang besar. Itulah alasan trader individu paling banyak menggunakan style ini.
Trader ini tidak selalu mengawasi komputer setiap saat karena mereka cukup longgar dalam mengelola margin. Mereka bisa menahan loss hingga ratusan pips dan tidak banyak yang menggunakan Stop Loss atau kalaupun menggunakan Stop Loss dengan pips yang besar. Makanya tidak mengherankan bila trader ini meng-close order hingga berhari-hari. Target perolehan pips trader ini besar, biasanya lebih dari 80 pips.

Meminimalkan Kerugian Dalam Berinvestasi

Sebagai Perencana Keuangan ataupun Financial Planner/Advisor independen , saya tidak pernah bosan untuk mengingatkan bahwa produk investasi mengandung risiko. Mari kita ingat kembali mengenai istilah High Risk High Return? Kira-kira artinya, Semakin tinggi hasil investasi yang kita dapatkan, maka semakin tinggi pula resikonya. Pertanyaanya adalah, kalau begitu, apabila kita ingin mendapatkan hasil dari investasi yang tinggi, berarti kita harus menanggung resiko yang tinggi juga donk? Satu hal yang harus selalu kita ingat adalah bahwa tidak ada satu pun bisnis investasi yang tidak memiliki risiko 100%.

InvestasiOleh karena adanya resiko inilah, maka dari itu kita harus melakukan analisa sebelum berinvestasi agar dapat meminimalkan risiko investasi itu sendiri (bukan menghilangkan).

Salah satu teori untuk memperkecil suatu resiko yang sering kita dengar dan yang sering dipergunakan ialah yang disebut dengan diversifikasi. Pastinya anda telah pernah mendengar donk istilah seperti berikut "Don’t put Eggs in One Basket" Yang artinya adalah apabila kita memiliki banyak telur janganlah menempatkan semua telur tersebut didalam satu keranjang. Jadi kalau keranjang tersebut jatuh maka telur-telur tersebut tidak akan pecah semua. Begitupula dengan duni investasi. Untuk memperkecil resiko, maka janganlah menempatkan investasi kita hanya di satu produk saja.

Investasi dapat dilakukan dengan menggunakan produk investasi yang telah ditawarkan oleh institusi-institusi keuangan ataupun produk keuangan maupun yang menggunakan produk non-keuangan. Menggunakan kombinasi dari produk-produk tersebut juga dapat mengurangi resiko.

Beberapa produk non-keuangan yang dapat dipergunakan dalam berinvestasi ialah seperti, properti (rumah tinggal, apartemen, ruko, kios, dll), kendaraan bermotor, emas/logam mulia (perhiasan dan emas keping/batangan), diamond dan perhiasan berharga. Selain itu untuk beberapa golongan tertentu menggunakan lukisan, barang antik, dan masih banyak produk lainnya yang dapat dipergunakan sebagai wahana investasi.

Adapun untuk produk keuangan, terdapat banyak macamnya, antara lain produk perbankan seperti tabungan, deposito dan SBI, produk pasar modal seperti saham, surat utang (obligasi), reksadana, valuta asing (mata uang), indeks, future dan banyak lagi produk investasi baik yang ditawarkan secara lokal maupun yang dijual diluar negeri.

Kombinasi dari produk keuangan dan non-keuangan bisa membantu memperkecil resiko yang akan timbul dikemudian hari. Contoh, bursa turun dan harga saham hancur diperiode bulan Juli s/d September yang mana justru harga logam mulia sempat naik cukup tinggi. Meskipun pada akhirnya logam mulia juga ikutan turun, akan tetapi dalam kondisi saham turun secara total, investasi yang telah kita tanam saat itu tidaklah turun terlalu dalam. Itu salah satu contoh keunggulan dari diversifikasi.

Meskipun guru investor seprti Warren Buffett pernah mengatakan bahwa diversifikasi diperlukan untuk orang yang tidak mengerti apa yang mereka lakukan (dalam investasi maksudnya), Dalam skala tertentu, diversifikasi tidak hanya dilakukan dengan menggunakan produk investasi, sedangkan di Indonesia akan tetapi bisa juga dengan menggunakan produk atau investasi dibeberapa negara. Akan tetapi kita juga harus berhati-hati, karena penurunan bursa disuatu negara cepat atau lambat akan berdampak dinegara lain. Itulah sebabnya kombinasi antara produk keuangan dan non-keuangan sangat disarankan. Sehingga ketika pasar sedang turun, kita tidak perlu panik layaknya orang yang mendadak jatuh miskin

Istilah pada Trading Forex

Sebelum kita memulai dunia Trading, ada baiknya kita memahami beberapa Istilah yang sering dipakai dalam dunia trading. Istilah ini mutlak untuk anda pahami. Dari pada Istilah yang telah saya pahami tersimpan didalam kepala saya dan menghilang begitu saja, lebih baik saya menuliskannya disini agar dapat anda pahami.

Dalam mengurai beberapa istilah dalam forex, saya akan membagi menjadi beberapa bagian agar mudah untuk dipahami oleh anda. Berikut istilah dalam Trading Forex

- Broker: Hanya menyediakan Jasa dan Fasilitas trading, yaitu mempertemukan antara Pembeli dan Penjual untuk dapat melakukan transaksi Jual - Beli, Rugi ataupun Laba. Dengan trading pada Broker forex yang terpercaya, keamanan Dana akan lebih terjamin.

Note : Jangan hanya mengejar Bonus besar dari sang Broker Forex, keamanan Dana adalah hal yang paling utama.

- Pip :Pip adalah satuan yang biasa dipakai dalam menyebutkan nilai suatu kurs atau biasa disebut juga dengan “points”.

Contohnya: EUR/USD minggu lalu nilainya 1.4113 dan hari ini naik menjadi 1.4125 itu artinya pair ini mengalami kenaikan sebanyak 12 Pips/Point.

- leverage : Ini kurang lebih sama artinya dengan “margin jaminan” pada saham. Sederhananya adalah apabila kita menanamkan modal Rp.5 Juta maka apabila satuan leverage yang dikenakan adalah 1:100 itu berarti kita diberikan hak oleh pialang untuk membelikan 100 x lebih besar dari dana yang kita miliki. Berarti dengan uang sebesar Rp.5 Juta, kita diberikan dana untuk membeli mata uang asing sebesar Rp.500 Juta rupiah. Nah ini yang dinamakan dengan margin jaminan atau leverage. Setiap pialang memiliki leveragenya sendiri-sendiri. Dalam hal ini, leverage besar berarti kemungkinan untung/rugi menjadi lebih besar. Demikian juga sebaliknya, leverage yang kecil maka besarnya kerugian yang mungkin terjadi lebih kecil dengan konsekuensi keuntungan juga menjadi lebih kecil nilainya.

Saya sendiri lebih menyukai leverage yang kecil karena dengan demikian resiko kerugian lebih kecil. Apabila saya meyakini suatu transaksi akan menguntungkan, maka saya dapat membesarkan jumlah lot yang akan saya transaksikan.

- Contract Size : Ini merupakan besarnya faktor pengali dalam perhitungan profit dan loss. Nilainya sudah fix dan telah ditetapkan.

- Lot : Lot adalah satuan kontrak pada setiap transaksinya. Jadi apabila saya bertransaksi, misalnya membeli (buy) EUR terhadap USD maka nilai satuannya dalam lot. Lagi-lagi tiap pialang memiliki aturannya sendiri dalam menetapkan lot, bergantung pada pip dan levererage mereka.

- Margin Call : Margin Call dapat terjadi apabila available margin tidak mencukupi untuk menopang Potential Loss, sehingga posisi akan secara otomatis ter-Close. Bisa dibilang Margin Call ini semacam Nightmare bagi para trader, meskipun ada juga yang beranggapan "belum cukup pergalaman sebagai trader kalau belum pernah merasakan margin call".

- Pair : 


Dalam trading forex dikenal Pair (pasangan), mata uang, misalnya EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, dll. Apabila saya melakukan buy/long, pair terhadap mata uang EUR/USD, maka saya membeli EUR dan menjual USD. Demikian juga dengan sebaliknya.

Itulah mengapa dalam trading forex tidak seperti jual beli barang. Kita dapat langsung melakukan transaksi paada suatu pair tanpa harus mempunyai pair itu terlebih dahulu.

- Take Profit : Ialah order untuk melikuidasi suatu posisi secara otomatis pada harga tertentu ketika seorang trader telah memperoleh sejumlah profit.

- Stop Loss : Adalah order untuk melikuidasi suatu posisi secara otomatis pada harga tertentu untuk membatasi kerugian yang mungkin akan terjadi jika market bergerak berlawan arah dengan posisi trader. atau dapat juga berfungsi untuk melindungi profit yang telah didapatkan oleh sang trader.

- Trailing Stop: Ialah fasilitas yang disediakan oleh sang Broker Forex, yang dapat mengubah Stop Loss untuk mengunci profit secara otomatis dalam kelipatan tertentu. Trailing Stop merupakan pengembangan dari Stop Loss. Trailing Stop umumnya hanya akan berfungsi apabila posisi sang trader telah mendapatkan profit lebih dari nilai minimum tertentu yang telah ditentukan oleh sang Broker (misalnya minimum 200 pips/point).

itulah beberapa istilah yang terdapat pada Trading Forex yang perlu untuk anda pahami sebelum terjun ke Dunia Forex. Apabila anda masih terdapat kesulitan dalam memahaminya, saya akan dengan senang untuk membantu anda. 

Kamis, 16 Februari 2012

Konsep Dasar Valuta Asing/Forex Untuk Pemula

Belajar ForexPasar Valas/Forex sebenarnya bukanlah pasar yang mengikat serta tersentralisasi. yang dimana artinya bahwa antara satu lembaga perdagangan dengan satu perdagangan lainnya tidak selalu harus memiliki persamaan harga. Karena memiliki tingkat akses yang berbeda-beda, maka mata uang juga diperdagangkan diberbagai market makers.

Bank-bank komersial besar yang melakukan perdagangan antara satu sama lain melalui Electronic Brokerage System (EBS). Setiap Bank akan memiliki kutipan harga sendiri yang diperuntukkan khusus hanya untuk bank-bank yang berkaitan. Pasar jenis ini tidak secara langsung bisa di akses pedagangan ritel.

Pedagang ritel boleh mengakses pasar Forex melalui online market yang pada umumnya beroperasi diluar Amerika dan Inggris. Jenis market seperti ini biasanya memiliki hubungan dengan beberapa bank di EBS; semakin besar volume perdagangan pada market tersebut, maka semakin dekat hubungan dengan bank tersebut.

Market Hours
Forex merupakan sebuah pasar yang diperdagangkan aktif sepanjang ada bank yang buka disalah satu pusat keuangan dunia. Perdagangan efektif berlaku mulai awal Senin pagi waktu di Tokyo sampai Jumat siang waktu di New York. Jika mengacu kepada waktu GMT, minggu perdagangan terjadi mulai Minggu malam sampai Jumat malam, atau 5 hari = 24 jam perhari.

Price Reporting Trading Volume
Tidak seperti pasar lainnya, tidak ada rekaman konsolidasi dalam Forex, harga dan volume  perdagangan tidak dilaporkan. Akan tetapi sangat dimungkinkan perdagangan terjadi secara simultan pada harga yang berbeda diantara berbagai pihak dipasar. Harga dipasar biasanya berkaitan erat dengan pasar yang lebih besar. Penentuan harga biasanya relatif dekat diantara market, namun, perbedaan utama antara Forex dan pasar lainnya adalah tidak adanya data volume yang telah diperdagangan dalam waktu apapun.

Perkembangan teknologi baru-baru ini telah berhasil mematahkan berbagai hambatan yang dahulu terbentang diantara para klien ritel pasar Forex dengan pasar inter-bank. Revolusi perdagangan online forex pada mulanya digagas pada awal tahun 90'an, yang membuka pintu kepada klien ritel dengan cara menghubungkan market dengan pengguna akhir.

Dengan ditopang oleh cepatnya akses internet dan kekuatan CPU, platform online trading yang terdapt pada komputer pc pengguna saat ini berfungsi sebagai gerbang menuju pasar Forex yang liquid. Klien ritel sekarang ini mampu bertransaksi bersama-sama dengan berbagai bank terbesar dunia, dengan harga dan eksekusi yang sama. Dulunya bisnis seperti ini didominasi dan dikendalikan oleh inter-bank besar dan sekarang menjadi hal yang lumrah bagi individu sehingga mendapat kesempatan yang sama dengan perbankan besar.

Teroboson pada sektor teknologi tidak hanya merubah cara orang mengakses pasar Forex, juga merubah cara mengambil keputusan didalam berdagang. Riset menunjukkan bahwa alasan utama gagalnya mendapat keuntungan adalah tidak adanya disiplin yang didedikasikan untuk mencapai perdagangan yang sukses dan manajemen resiko. Mengembangkan disiplin baja merupakan diantara sikap yang harus dikedepankan oleh para trader.

Dengan bantuan perangkat perdagangan yang modern atau perangkat lunak, maka para trader saat ini dapat mengembangkan sistem perdagangan yang komprehensif, dengan rencana trading mendetail termasuk titik entry (masuk), exit (keluar), dan model manajemen resiko. Lebih jauh lagi, trader dapat melakukan uji coba secara mundur dan dan uji coba secara maju sebagai bagian dari rancangan strategi dalam akun demo sebelum menyuntikkan modalnya pada akun real.

Ketika perangkat lunak sistem perdagangan pertama kali diperkenalkan, para trader membutuhkan keahlian programming dan latar belakang yang kuat dalam menganalisa matematika teknis. Upaya perusahaan perangkat lunak untuk membuat produknya lebih adaptif kepada masyarakat umum, perangkat lunak sistem trading saat ini lebih mudah untuk digunakan. Pada titik ini, seorang yang bukan programmer dengan pemahaman analisa matematika teknis tingkat dasar dapat menikmati sebuah sistem trading yang menurutnya mudah untuk dilakukan.

Namun, perlu untuk anda pahami, bahwa sistem trading tidak menyediakan sebuah konsep pengeruk keuntungan semata, karena sistem ini berfungsi sebagai panduan bagi pemula untuk memulai sebuah perdagangan. Seiring waktu, para trader dapat mengembangkan sistem perdagangan yang sesuai dengan pribadi masing-masing trader.

Spread
Spread merupakan biaya yang harus dikeluarkan oleh seorang trader. Dengan kata lain, Spread adalah sumber pendapatan bagi perusahaan yang menyelenggarakan perdagangan tersebut. Dipasar Forex, spread bisa sangat berbeda tergantung pada perusahaan yang menyelenggarakan dan pihak-pihak yang terlibat.

Pasar Forex Inter-bank bisa memiliki spread hingga 1-2 pips, dan spread bisa diperlebar menjadi 30-40 pips ketika berhadapan dengan pelanggan individu. Jika anda melihat spread kedai Forex disekitar wilayah pariwisata atau turis, maka anda akan menemukan spreadnya mencapai 400 sampai 600 pip.

Margin
Margi ialah jumlah equitas yang harus dipertahankan agar posisi tetap terbuka. Margin berfungsi sebagai deposit bagi seorang trader untuk memastikan jika transaksinya mengalami kerugian. Akun margin memberi kesempatan kepada konsumen untuk membuka posisi dengan nilai yang lebih tinggi dari nilai dana yang telah dimasukkan kedalam akun sebelumnya.

Jenis Order
Pasar forex memiliki berbagai macam tipe order. Berikut adalah beberapa tipe order utama yang dapat ditemukan pada setiap broker forex.

Market orders – Order Beli / buy atau jual / untuk eksekusi sesuai harga terbaik yang tersedia diwaktu itu. Biasanya disebut harga pasar.

Entry orders – Permintaan dari klien kepada Broker untuk melakukan eksekusi buy atau sell dengan jumlah tertentu dan pada pasangan mata uang serta harga tertentu.

Stop Loss – Sebuah order untuk menutup sebuah posisi ketika mencapai harga tertentu. Konsep ini didesain untuk membatasi posisi loss bagi seorang trader. Jika posisi dibuka dengan membeli satu pasang mata uang, stop loss merupakan sebuah permintaan untuk menjual posisi itu ketika harga jatuh ke level tertentu dan begitu sebaliknya. Trader sangat disarankan menggunakan stop loss orders untuk membatasi kerugian. Stop loss orders juga penting dilakukan ketika investor akan memasuki sebuah situasi dimana mereka tidak bisa memantau perdagangan dalam waktu yang tidak terbatas.

Take Profit – Dimana sebuah permintaan untuk melakukan posisi close ketika harga telah mencapai level keuntungan yang ditetapkan. Ini didesain untuk mengunci posisi untung. Sekali harga melewati level keuntungan yang telah ditetapkan maka take profit menjadi market order dan penutup posisi.

Good Until Cancelled (GTC) – Dalam perdagangan forex, sebagian besar order adalah GTC, artinya, sebuah order akan berlaku sampai dibatalkan, tanpa memperhitungkan sesi perdagangan. Trader harus menjelaskan order GTC order dibatalkan sebelum expire. Umumnya, the entry orders, stop loss orders dan take profit orders dalam perdagangan forex online semuanya merupakan GTC orders.

Demikianlah artikel singkat mengenai konsep dasar Forex yang dapat saya katakan paling dasar dan paling bawah sekali, namun saya berharap semoga artikel diatas dapat membantu anda yang memang belum mengetahui secara pasti apa itu pasar forex. Semoga artikel tersebut diatas dapat memberikan sedikit gambaran untuk anda. 

Definisi Berita Ekonomi Sebagai Analisa Fundamental (FOREXFACTORY dan FXSTREET))

Def. Berita Ekonomi - twps2 - www.seputarforex.com
All Industries Index :Indeks ini menunjukkan pergerakan harga untuk kombinasi harga yang telah di-adjust (disesuaikan) terlebih dahulu dari semua indeks perindustrian.




Average Hourly Earnings : Tingkat pertumbuhan antara tingkat rata-rata per jam dalam satu bulan dan tingkat pertumbuhan upah, sehingga dapat pula dijadikan indikator inflasi. Tingkat per tahunnya juga penting disimak untuk memberikan gambaran trend jangka panjang.




Business Inventories : Angka persediaan barang yang telah diproduksi namun belum terjual. Merupakan salah satu komponen dalam perhitungan GDP dan dapat memberikan petunjuk penting mengenai arah perekonomian di masa yang akan datang.



CBI Survey : Organisasi pengusaha terbesar di Inggris, memfokuskan pada menciptakan mempertahankan kondisi ideal bagi kompetisi dan kemakmuran yang optimal bagi semua. CBI menerbitkan survei tiap bulan dan empat bulan sekali terhadap penilaian pada sektor jasa dan manufaktur masa lalu, saat ini, dan yang akan datang. Indeks yang dihasilkan menunjukan pandangan responden untuk berbagai hal seperti output, penjualan, harga, investasi, dan permintaan ekspor/impor.





Chicago PMI (Purchasing Managers’ Index) : Merupakan data PMI dari kawasan Chicago dan sekitarnya. Lingkup survey meliputi baik sektor indusri, maupun sektor non-industri (yang jarang disadari oleh para pelaku pasar). PMI sendiri merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja.




Angka indeks di atas 50 berarti sektor bisnis mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi. Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur aktivitas produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian




Consumer Confidence : Data ini mengukur tingkat optimisme konsumen terhadap performa perekonomian. Pada umumnya, Consumer Confidence akan tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan GDP tinggi. Data (perubahan) per bulan ini dianggap tidak berdampak signifikan pada tren secara keseluruhan.





Consumer Price Index (CPI) : Adalah data yang mengukur rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen (dalam rata-rata) untuk sekelompok barang dan jasa tertentu. CPI merupakan indikator inflasi yang paling umum digunakan dan dianggap juga sebagai indikator keefektifan kebijakan pemerintah. Naiknya CPI mengindikasikan naiknya tingkat inflasi yang akan menyebabkan turunnya harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.





Tidak seperti indikator inflasi lainnya, yang hanya mencakup barang- barang produksi lokal, CPI juga mencakup barang-barang impor. Kelemahannya ada pada kecilnya jumlah sampel yang diambil. Para analis biasanya lebih fokus pada Core (Inti) CPI, varian dari CPI yang tidak mencakup komponen-komponen yang perubahan harganya paling tidak stabil. Core CPI dinilai lebih akurat dalam mengukur tingkat inflasi.





Current Account : Adalah selisih antara total ekspor dan impor barang, jasa, dan transfer. Merupakan bagian dari neraca perdagangan. Dalam perhitungannya, Current Account tidak mencakup transaksi-transaksi asset finansial dan kewajiban (hutang). Data ini merupakan indikator tren perdagangan luar negeri.





Durable Goods Orders : Adalah data yang menghitung volume (dalam dollar) pesanan dan pengiriman barang-barang yang termasuk kategori tahan lama (barang yang usia manfaatnya 3 tahun atau lebih).





Existing Home Sales :Adalah sebuah laporan regional mengenai aktivitas penjualan kembali rumah.





Factory Orders : Adalah data yang menghitung nilai (dalam dollar) pesanan (order) baru barang-barang tahan lama (durable) dan tak tahan lama (non-durable). Data ini memberikan laporan yang lebih lengkap daripada data Durable Goods Orders yang dirilis satu atau dua minggu lebih awal. Data pesanan barang ini memberikan gambaran mengenai akan seberapa sibukkah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi pesanan tersebut. Sehingga otomatis angka data yang lebih besar berarti semakin tingginya tingkat permintaan pasar.





Federal Open Market Committee (FOMC) : Adalah lembaga bagian dari Federal Reserve (bank sentral Amerika) yang menetapkan kebijakan tingkat suku bunga dan kredit. FOMC merupakan lembaga pembuat kebijakan yang paling penting dalam sistem Federal Reserve. Lembaga yang saat ini diketuai oleh Ben Bernanke ini biasanya secara periodik mengadakan 8 kali pertemuan dalam setahun untuk memutuskan apakah perlu atau tidak ada perubahan dalam kebijakan moneter.





FOMC Minutes : Adalah pengumuman dari Federal Reserve yang menjelaskan tentang pertemuan yang diadakan lembaga penentu kebijakan moneter Amerika ini sebelumnya.





Gross Domestic Product (GDP) : Mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor. Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 rilis :



  1. Advanced ? rilis pertama.
  2. Preliminary ? revisi pertama.
  3. Final ? revisi kedua dan terakhir. Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.


Help-wanted Index. : Adalah indeks yang menghitung jumlah lowongan pekerjaan yang diiklankan di 51 koran yang tersebar di seluruh Amerika Serikat. Ketua Federal Reserve, Alan Greenspan, seringkali membicarakan dan mengamati indeks ini, sebab indeks ini mampu memberikan kondisi bursa tenaga kerja di AS saat ini.





H I C P : Kurang lebih sama dengan Consumer Prices Index (CPI). Merupakan indikator inflasi yang dipakai oleh European Central Bank (bank sentral Eropa).





Housing Starts & Building Permits : Housing starts adalah data bulanan yang menghitung jumlah pembangunan unit perumahan baru per bulannya. Sebagian besar data Housing Starts dikumpulkan dari jumlah aplikasi dan ijin (permits) untuk pembangunan rumah. Data ini termasuk indikator utama. Pentingnya data ini terletak pada kemampuannya untuk memicu perubahan kondisi perekonomian, memprediksi perubahan tingkat pertumbuhan.





Turunnya jumlah unit perumahan baru dapat memperlambat perekonomian dan mendorong ke arah resesi. Sebaliknya, peningkatan pada jumlah unit perumahan baru mengindikasikan tumbuhnya perekonomian. Peningkatan bulanan yang melebihi perkiraan diartikan sebagai indikasi naiknya tekanan inflasi.





IFO Survey : Survey utama Jerman tentang kondisi usaha. Diterbitkan per bulan oleh Institute for Economic Research, salah satu lembaga riset terbesar di Jerman, indeks IFO secara umum dinilai sebagai indicator penting tentang aktivitas perekonomian, dan terkenal kehandalannya dalam mengindikasikan perubahan tren pada tingkat pertumbuhan perekonomian Jerman. Responden survey ini meliputi lebih dari 7.000 perusahaan.





Industrial Production : Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain). Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).




Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.




Industrial Production & Capacity Utilization : Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain). Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).




Sementara Capacity Utilization merupakan pelengkap dari data Industrial Production. Capacity Utilization menghitung tingkat penggunaan modal negara yang dipakai dalam proses produksi tersebut. Data ini naik-turun sejalan dengan siklus bisnis. Naiknya tingkat produksi akan menyebabkan naiknya juga data ini. Namun, sangat tingginya tingkat kesulitan dalam menyusun data ini menyebabkan market kurang mempercayai tingkat akurasinya Peningkatan yang melebihi perkiraan dari kedua indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.




Industrial Production & Manufacturing Production : Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain). Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca). Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.





Institute for Supply Management (ISM) Index : Sebelumnya dikenal dengan NAPM, efektif berubah sejak Januari 2002. Merupakan survei penting pada aktivitas manufaktur AS yang dilakukan oleh Institute for Supply Management (ISM). Laporan biasanya dikeluarkan pada hari pertama kerja pada tiap bulannya, menyediakan pandangan awal yang detail tentang sektor manufaktur sebelum dikeluarkannya laporan employment lain. Survei ini dikenal dengan keakuratan timeliness (jangka waktu) nya, luasnya informasi yang ada, dan angka yang tertera pada headline-nya merupakan fungsi dari enam komponen utama : pembayaran harga, order baru, supplier, pengantaran, produksi, inventaris, dan employment.




Perlu dicatat, ketiga komponen terakhir merefleksikan kekuatan supply (penawaran), sementara tiga komponen sebelumnya merefleksikan




kekuatan demand (permintaan).Dapat dilihat bagaimana trend relatif antara dua kelompok tersebut (supply dan demand) menggambarkan balance antar dua kekuatan tersebut, dan hal ini memberikan pandangan bagi kebijakan-kebijakan Federal Reserve. Komponen pembayaran harga (Price Paid) secara luas diperhatikan karena komponen ini melibatkan unsur tekanan harga dalam sektor tersebut, angka 50 atau lebih mengindikasikan bahwa sektor tersebut sedang berkembang, sementara angka di bawah 50 menunjukan adanya penyusutan.




Leading Indicators : Adalah gabungan dari beberapa indikator ekonomi lainnya. Indeks ini disusun untuk mendapatkan sinyal tentang tren perekonomian yang lebih up-to-date (terkini) dan konsisten.





M4 – Money Supply : Adalah data yang menghitung jumlah uang yang beredar dalam suatu perekonomian. Merupakan jumlah dari:
Jumlah uang yang beredar dalam bentuk koin maupun kertas;
Jumlah pinjaman dari bank, kepada perseorangan, perusahaan dan bank-bank lain;
Jumlah uang yang dipinjam oleh pemerintah.
Para pakar moneter meyakini bahwa Money Supply ini adalah indikator yang bagus untuk memprediksi tingkat inflasi. Namun, korelasinya menjadi tidak dapat diandalkan sejak liberalisasi finansial pada tahun 80?an.




Net Capital Flows : Adalah data yang menghitung selisih bersih dari total dana/modal yang masuk dan keluar.





New York Empire State Manufacturing Index : Survey bulanan terhadap para industriawan yang diadakan di area New York dan sekitarnya oleh Federal Reserve New York. Partisipan survey ini mewakili berbagai macam sektor industri.

Personal Consumption Expenditures (PCE) : Kurang lebih sama dengan CPI, PCE adalah laporan (lebih tepatnya bagian dari laporan Personal Income) yang dirilis oleh Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan. PCE mengukur tingkat perubahan harga barang-barang dan jasa. Komponen data ini terdiri dari pengeluaran- pengeluaran rumahtangga kontan maupun kredit untuk semua jenis barang baik tahan lama, tidak tahan lama, maupun jasa.

Philadelphia Fed Index (Business Outlook Survey) : Adalah survey bulanan terhadap para industriawan di kawasan sekitar negara bagian Pennsylvania, New Jersey dan Delaware. Perusahaan yang disurvey mengindikasikan perubahan pada seluruh aktivitas bisnis dan berbagai macam aktivitas perindustrian mereka. Yang ditanyakan meliputi tenaga kerja, jam kerja, pesanan-pesanan, persediaan barang, pengiriman, pembayaran-pembayaran dan penerimaan-penerimaan. Angka indeks di atas nol berarti ekspansi, dan kontraksi jika di bawah nol.


Data ini dianggap sebagai indikator perubahan yang bagus dalam segala hal yang berhubungan dengan industri. Dinilai akurat karena menggambarkan kondisi terkini. Namun, karena hanya mencakup tiga negara bagian, kurang bisa menggambarkan kondisi negara secara keseluruhan.


Purchasing Managers’ Index (PMI) : PMI merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti industri mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi. Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur tingkat produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.


Productivity : Mengukur perubahan dalam jumlah barang dan jasa yang diproduksi per unit. Menggabungkan input buruh dan modal. Harga unit dari komponen buruh adalah indikator yang berguna untuk mengukur tekanan terhadap upah. Pentingnya produktivitas telah berkembang beberapa tahun terakhir sejak Federal Reserve telah mulai memberi perhatian pada perkembangan trend dan tingkat inflasi.




Producer Price Index (PPI) : Adalah sekumpulan indeks yang menghitung tingkat perubahan harga jual barang dan jasa pada periode waktu tertentu yang diterima oleh para produsen domestik. Singkatnya, PPI mengukur tingkat perubahan harga dari perspektif penjual. Tidak sebagus CPI dalam mengindikasi tekanan inflasi. Tetapi karena memasukkan komponen barang-barang yang sedang dalam proses produksi, PPI seringkali dapat sekaligus memperkirakan CPI.




PSNCR – Public Sector Net Cash Requirement : Adalah jumlah uang yang harus dipinjam pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya. Sebab pemerintah seringkali mengeluarkan lebih dari yang mereka terima dari penerimaan pajak, dan satu-satunya cara untuk menambah kekurangannya adalah dari meminjam.




Real GDP : Para pakar makroekonomi cenderung lebih memperhatikan Real GDP sebab data ini juga memperhitungkan tingkat inflasi, tidak sebagaimana halnya (Nominal) GDP yang hanya merefleksikan tingkat perubahan harga-harga.




Retail Sales : Data ini menghitung total penerimaan toko-toko ritel, tanpa memasukkan komponen pengeluaran untuk sektor jasa di dalamnya. Data bulanan ini menunjukkan persentase perubahan dari data bulan sebelumnya. Angka negatif menunjukkan jumlah penjualan menurun daripenjualan bulan sebelumnya.




Tertiary Index : Adalah data yang menghitung tingkat permintaan sektor jasa.




TICS / Foreign Purchases of US Securities : Adalah data yang menghitung jumlah arus modal yang masuk dari para investor asing.




Trade Balance : Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara dalam suatu periode tertentu. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).




Unemployment Rate : Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan ada implikasinya dengan politik), Unemployment Rate relatif kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian).




University of Michigan Consumer Sentiment Index : Adalah hasil survey tentang kepercayaan konsumen yang diselenggarakan oleh University of Michigan. Merupakan indikator kepercayaan konsumen Amerika yang paling banyak diperhatikan. Kepercayaan konsumen adalah indikator penting bagi siklus bisnis karena menyajikan informasi penting tentang penilaian konsumen terhadap kondisi saat ini dan harapan pada masa mendatang.




Data survey diambil dengan cara mengeposkan kuesioner ke 5.000 rumah tangga di seluruh negeri sebagai sampel yangmewakili, kurang lebih 3.500 diantaranya merespon. Kuesioner tersebut berisi 5 pertanyaan yaitu (1) rating kondisi usaha di lingkungan rumah tangga tersebut, (2) rating kondisi usaha dalam enam bulan, (3) ketersediaan lapangan kerja di lingkungan rumah tangga tersebut, (4) ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan, dan (5) penghasilan keluarga dalam enam bulan.




Consumer Confidence ini berhubungan erat dengan tingkat pengangguran, inflasi, dan penghasilan riil. Umumnya, kepercayaan konsumen tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan tingkat pertumbuhan GDP tinggi.




Pasar-pasar finansial menerjemahkan naiknya angka indeks ini sebagai indikasi akan naiknya pula tingkat pengeluaran konsumen. Tingginya tingkat pengeluaran pada gilirannya nanti akan dapat memicu naiknya tingkat inflasi.




Weekly Initial Jobless Claims : Adalah rata-rata per minggu jumlah klaim baru untuk mendapatkan tunjangan pengangguran. Data ini menyediakan laporan yang up-to-date, meski juga seringkali keliru, tentang tren perekonomian, dengan peningkatan (penurunan) pada data ini berpotensi mengindikasikan terjadinya pelambatan (percepatan) tingkat pertumbuhan tenaga kerja.




Karena dirilis mingguan, data ini bisa menjadi sangat sensitif dan fluktuatif. Para analis lebih memilih rata-rata pergerakan per 4 minggu dari data ini untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.




ZEW Current Situation dan Economic Sentiment : Adalah hasil survey dari lembaga riset ZEW Jerman yang memberikan gambaran dan penilaian mengenai kondisi perekonomian Jerman saat ini.

 
KOMUNITAS FOREX MALANG | INVESTASI FOREX FIX PROFIT 4% | PELATIHAN FOREX