wrap2'>
#

Senin, 31 Oktober 2011

How to Big Profit?

How to Big Profit?

Tetapi kenapa hasil dengan pip lebih kecil mengalahkan yang lebih besar nilai pip-nya?

Menggunakan jumlah lot lebih besar tentunya akan meningkatkan resiko. Bila salah analisa dan akhirnya loss, maka nilai loss akan besar. Akan tetapi sepanjang tingkat akurasi telah terjamin sangat baik, maka menggunakan jumlah lot besar akan berdampak meningkatkan nilai profit secara sigifikan.

Sering kali dalam melakukan trading, kita tidak segera exit dikarenakan masih berharap laba akan lebih meningkat. Dan seringkali pula ternyata harapan tersebut salah, harga berbalik arah dengan cepatnya dan entry yang semula profit akhirnya berubah menjadi loss.

Fakta diatas telah membuktikan bahwa sekecil apapun pip yang diperoleh, tidak masalah. Perlu diingat bahwa yang utama bukanlah nilai pip dari hasil sekali trading, tetapi berapa jumlah pip yang mampu dikumpulkan dalam sehari, seminggu, sebulan, atau setahun melakukan trading.

Inti dari penjelasan diatas, berapapun pip yang dihasilkan, tetap saja dinamakan profit. Lebih baik profit bukan daripada mengalami loss hanya gara-gara berharap pip yang lebih besar?

Kebanyakan dari kita selalu berkonsentrasi pada trading yang dilakukan saat ini. Oleh karenanya kebanyakan cenderung "sangat setia" dengan trading saat ini dan tidak segera exit pada saat seharusnya exit. Yang utama bukanlah trading yang sedang terjadi sekarang, tetapi trading berikutnya.

Exitlah sesegera mungkin pada saat harus exit dan jangan terlalu "setia". Tidak apa-apa menghasilkan hanya 1 pip, toh market selalu bergerak naik turun dan selalu ada kesempatan berikutnya. Mungkin pada kesempatan berikutnya hasilnya dapat lebih baik. Yang penting saat ini menghasilkan profit, meskipun hanya 1 pip.

Jangan remehkan nilai 1 pip tersebut. Meskipun sekarang hanya 1 pip tetapi nantinya dapat menghasilkan profit segunung bila dikumpulkan sedikit demi sedikit. Berikut contoh bahwa yang kecil tidak boleh dianggap remeh: yang utama adalah tingkat akurasi, jumlah lot yang digunakan, dan nilai loss harus lebih kecil daripada nilai profit.

Jangan terpaku dengan perolehan pip, ukuran sukses tidaknya trading bukan terletak pada nilai pip. Tidak masalah bila perolehan pip kecil, karena bukan pip yang menjadi tolok ukur.

Tolok ukurnya terletak bagaimana caranya agar tingkat akurasi tetap baik dan nilai loss tetap kecil. Bila 2 faktor utama tersebut dapat dilakukan maka memperoleh profit fantastis adalah hal yang mudah. Tingkatkan saja jumlah lot maka profit akan melesat dengan cepat.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya agar tingkat akurasi baik dan nilai loss tetap kecil?
Jawabannya hanya 1, yaitu berlatih keras selama 10 ribu jam.

indikator kadang kala menyesatkan. Yang menyelamatkan dari kesalahan entry hanya karena telah hafal pola pergerakan harga (price action pattern).

Untuk dapat memahami pola tersebut dan kemudian hafal, tentunya dibutuhkan ketekunan ribuan jam di depan monitor memperhatikan pola yang terjadi. Oleh karenanya, jangan pernah anggap bahwa trading itu mudah.

Yang sukses dalam trading hanyalah mereka yang tekun dan mau bekerja keras meluangkan waktu untuk berlatih terus menerus. Sehingga akhirnya timbul sebuah rumus perihal bagaimana agar menjadi seorang trader sukses, yaitu:
(Work + Time) = (Success + Perseverance) = Wealth

Kadang kala di forum atau di web menyatakan bahwa seorang professional trader tidak harus berada di depan monitor terus menerus, cukup sebentar saja dan profit fantastis berhasil diperoleh. Informasi seperti ini yang menyesatkan, karena kalau kita pikir kembali bagaimana mereka bisa melakukan hal tersebut hanya dengan waktu yang hanya sebentar? Sedangkan kita sendiri terus menerus di depan monitor tetapi justru hasilnya loss :)

Apa yang membedakannya?

Otak dan mata professional trader tersebut sudah sangat terlatih sehingga dengan melihat chart sekilas saja maka dapat melakukan trading yang hasilnya profit. Tidak mungkin bukan dapat mencapai tingkatan seperti itu hanya berlatih dalam waktu singkat? Professional trader pun sebelum dapat mencapai hal tersebut tentunya juga sudah menghabiskan waktu ribuan jam untuk berlatih.

Tetapi yang ditulis di forum atau di web seolah-olah menyatakan bahwa kita tidak perlu terus menerus di depan monitor, toh professional trader pun tidak begitu. Hal seperti inilah yang menyesatkan.

Hal ini juga dapat diibaratkan seperi membandingkan seorang dokter spesialis yang sudah berumur 50 tahun dengan dokter muda yang baru lulus kuliah. Kenapa dokter spesialis dalam waktu singkat langsung paham penyakit pasien hanya dengan diagnosa singkat? Kenapa dokter muda memerlukan banyak membaca hasil test labolatorium terlebih dahulu baru dapat mendiagnosa (yang terkadang masih suka salah :) )?

Pengalaman yang membedakannya. Dokter spesialis selama puluhan tahun terlatih menghadapi berbagai kondisi pasien sehingga akhirnya terbentuk intuisi didalam dirinya. Tidak perlu lagi mengharuskan pasien untuk menjalani berbagai macam test labolatorium untuk diagnosa yang tepat. Intuisi didalam dirinya yang menuntun agar dapat memberikan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Sedangkan dokter muda mengharuskan pasien melakukan banyak test labolatorium terlebih dahulu karena intuisi didalam dirinya belum terbentuk. Yang membimbing dokter muda ini agar dapat melakukan diagnosa adalah hasil test tersebut. Tanpa adanya hasil test, si dokter akan merasa gamang.
Disitulah letak perbedaannya, dokter spesialis cukup dengan intuisi (price action) sedangkan dokter muda memerlukan hasil test labolatorium (indikator).

0 komentar:

Posting Komentar

 
KOMUNITAS FOREX MALANG | INVESTASI FOREX FIX PROFIT 4% | PELATIHAN FOREX