wrap2'>
#

Selasa, 08 November 2011

Indicator ADX

Average Directional Movement Index (ADX) atau sering juga disebut Average Directional Index dikembangkan oleh J. Welles Wilder Jr. Indikator ini digunakan untuk mengetahui kekuatan sebuah trend. Sangat penting untuk mengetahui apakah suatu pasar sedang trending atau trading, karena beberapa indikator memberikan hasil optimal tergantung pada kondisi pasar (apakah itu leading dan lagging indicator). Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang lagging dan leading indicator di Bab Mengoptimalkan Pengunaan Anaiisis Teknikal.

ADX adalah sebuah oscillator yang memiliki nilai antara 0 sampai 100. Walaupun rentang nilainya berkisar dari 0 sampai 100, nilai ADX di atas 60 sangat jarang terjadi. Nilai di bawah 20 menunjukkan trend yang lemah (pasar sedang sideways). Sedangkan  nilai di atas 40 menunjukkan trend yang kuat. Perlu diperhatikan, bahwa ADX tidakmenunjukkan arah pergerakan harga (naik atau turun), tapi hanya mengukur kekuatan trend. Contohnya nilai ADX di atas 40, bisa menunjukkan pasar sedang bullish kuat atau bearish kuat.
ADX dapat juga digunakan untuk mengetahui perubahan pasar dari sideways ke terbentuknya trend baru atau sebaliknya. Contohnya bila ADX berubah menguat dari di bawah level 20 menuju ke atas 20, ada indikasi bahwa sifat sideways sudah berubah dan suatu trend sedang terbentuk.
Sebaliknya bila ADX berubah melemah dari atas 40 ke bawah 40, hal ini mengindikasikan trend yang terjadi sekarang sudah melemah dan sifat sideways mungkin terbentuk. Untuk lebih jelasnya Anda dapat memperhatikan gambar berikut.

Di gambar terlihat bahwa setiap kali terjadi trend kuat, baik naik atau turun, ADX
(garis hitam tebal) juga meningkat. Sedangkan ADX melemah saat  harga bergerak sideways.
ADX menggunakan parameter standar dengan periode 14. Menurut saya periode standar ini cukup baik untuk berbagai situasi trading. Jadi Anda cukup menggunakan parameter standar saja.
Pada beberapa platform trading, Anda juga akan melihat dua garis lain, yaitu Positive Directional Indicator (+DI) dan Negative Directional Indicator (-DI). Saran saya, Anda cukup memperhatikan garis ADX saja, hiraukan dua garis tersebut. Anda bisa jadi tambah pusing kalau melihat kedua garis tersebut.



Tips penggunaan ADX:

  1. ADX tidak menghasilkan sinyal jual atau beli. Karena itu jangan sekali-kali menggunakan ADX sebagai sinyal jual atau beli.
  2. Gunakan ADX untuk menentukan kapan sebaiknya membuka posisi.
  3. Jika ADX di antara 0 – 20, jangan membuka posisi. Saat itu pasar sedang sideways. Harga cuma berfluktuasi di kisaran sempit.
  4. Jika ADX di atas 20, Anda bisa melihat awal dari trend. Anda bisa mulai masuk saat ini (bullish atau bearish). Nikmati trend.
  5. Tahan posisi selama trend berlanjut. Biasanya trend berlangsung sampai ADX mencapai di atas 40-50. Setelah ADX mencapai nilai tersebut, segera tutup posisi.
  6. Khusus untuk saham, ADX juga bisa digunakan sebagai alat seleksi. Trader atau investor selalu ingin memilih saham yang sedang bergerak. Anda tentu  tidak mau nyangkut di saham yang sedang bergerak flat saja. Pengalaman saya, lebih enak bermain saham yang sedang trending. Potensi untung jauh lebih besar di saat pasar trending daripada trading. Dengan ADX Anda bisa menentukan mana saham yang sedang berada dalam strong uptrend atau strong downtrend. Dengan cara ini Anda tidak perlu memantau semua saham, hanya fokus pada saham yang saat itu sedang bergerak saja.

0 komentar:

Posting Komentar

 
KOMUNITAS FOREX MALANG | INVESTASI FOREX FIX PROFIT 4% | PELATIHAN FOREX