wrap2'>
#

Sabtu, 29 Oktober 2011

Membaca Candlestick


Perhatikan gambar dibawah ini. Ini disebut “ Candlestick Chart” karena bentuknya yang seperti lilin.
Grafik ini dibuat pada abad ke 17 oleh orang-orang Jepang yang awalnya digunakan untuk memantau pergerakan harga pada produk-produk komoditi. Steven Nison dikenal sebagai orang pertama yang mempopulerkan chart model ini. Sifatnya yang sangat representatif karena terdiri dari High, Low, Open dan Closing Price membuat grafik ini paling populer dipakai oleh para analis forex. Jika Anda terbiasa dengan produk-produk sekuritas, grafik ini tidak pernah digunakan untuk memantau harga. Kenapa? Sederhana, harga sekuritas hanya memerlukan closing price saja tidak seperti pada forex trading.
Sebenarnya ada lagi jenis grafik lainnya seperti bar chart, dot chart, line chart, dan lainnya. Namun candlestick memang lebih banyak digunakan oleh para trader karena tampilannya yang representatif alias mudah dibaca.
Gambar diatas adalah grafik untuk nilai tukar EUR/USD

Interpretasi candlestick didasarkan “pattern” yang ada. Candle yang berwarna Merah artinya harga bergerak naik atau closing price lebih tinggi nilainya dibanding opening price. Sebaliknya, candle berwarna Emas artinya harga bergerak turun atau clsoing price lebih rendah nilainya dibanding opening price. Lalu apa garis vertikal diatas dan dibawah dari candle itu? Itu adalah highest price dan lowest price selama periode yang diberikan. Dalam contoh diatas adalah harga terendah dan tertinggi untuk setiap 5 menit karena periode yang digunakan adalah per-5 menit

Jika memakai istilah Bullish dan Bearish maka yang berwarna merah adalah Bullish pattern dan yang berwarna emas adalah Bearish pattern. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini:


Jangan heran bila Anda menemui warna yang berbeda untuk kedua harga diatas misalnya biru dengan merah. Tidak masalah, bergantung masing-masing chart provider dalam memberikan warna.

Nah, sekarang perhatikan gambar dibawah ini:





Ini adalah candlestick untuk EUR/USD  dengan menggunakan periode grafik M5 (artinya 1 Candlestick mewakili pergerakan selama %menit). Sumbu “X” khususnya bagian yang saya beri tanda kotak emas merupakan jam pergerakan yang hendak kita bahas. Begini cara membacanya: Pada Candle pertama harga dibuka pada 1.4159 untuk kemudian ditutup pada 1.4158.
Kemudian dilanjutkan oleh candle berikutnya yang berwarna merah harga dibuka pada 1.4157 dan kemudian ditutup di 1.4161, demikian seterusnya dan berlanjut ke candle lainnya.

Sekarang muncul pertanyaan, apakah opening price itu harus sama nilainya dengan closing price pada candle sebelumnya? Tidak. Tidak harus, dan kenyataannya sering terjadi bahwa opening price berbeda dengan closing price pada hari sebelumnya. Ini seringkali terjadi bila melewati hari libur (Sabtu dan Minggu) ada jika ada kejadian khusus. Ketidak samaan ini biasa disebut “gap.” Gap biasa digunakan para analis teknikal untuk memprediksi harga.
 
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah:

















Pembahasan mengenai gap akan dipisahkan dari artikel ini karena memang sudah menyinggung analisa secara teknikal dan cukup luas. Untuk sementara cukuplah bagi kita untuk dapat membaca candlestick sebelum mengetahui analisa teknikal. Jangan lupa untuk membaca artikel lainnya pada website ini untuk memperdalam kemampuan analisa Anda.

1 komentar:

yoshua christma mengatakan...

trading dengan menggunakan candlestick dirasa cukup nyaman dan bahkan ketika tidak menggunakan indikator tambahan pun trader sebenarnya masih bisa untuk mellakukan analisa dan predikisi dengan cukup baik, apalagi dengan pengaturan target kecil dalam trading sebagaimana juga yang dilakukan di octafx

Posting Komentar

 
KOMUNITAS FOREX MALANG | INVESTASI FOREX FIX PROFIT 4% | PELATIHAN FOREX