wrap2'>
#

Senin, 31 Oktober 2011

Ada Apa dengan Analisa Teknikal



Setelah saya belajar selama bertahun-tahun, semakin kompleks dan banyak input dalam trading plan dapat menyebabkan kebingungan, frustasi, dan mengurangi kemenangan.” ( Jim Wyckoff )
Simple adalah mudah dan lebih baik.” ( Stewart Taylor )
Saat ini banyak sekali Indikator Teknis yang dibuat untuk membantu para trader untuk menganalisa pergerakan harga. Seperti MA atau  Moving Average untuk mengetahui tren dan psikologi harga, MACD untuk melihat momentum pergerakan harga, RSI untuk mengetahi overbought atau oversold dan lain-lain.
Namun banyak Indikator Teknis yang dipakai, tidak menjamin para trader memprediksi pergerakan harga dengan benar, alih-alih mendapat profit yang besar yang ada malah kebingungan ketika mengeksekusi harga karena indikator yang dipakai saling berlawanan memberi sinyal beli atau jual.

Beberapa Kelemahan Analisa Teknis
1.      Analisa Teknis adalah bias
Analisa teknis adalah sangat subyektif dan kondisi ini dapat direfleksikan ketika kita melakukan analisis. Ketika kita menganalis harga dan kebetulan harga naik kondisi bias bullish akan membayangi, kemudian ketika pasar bergerak turun maka kondisi teknis akan mengindikasikan turun atau bearish.
2.      Analisa Teknis Membuka Banyak Interprestasi
Analisa Teknis membuka banyak interprestasi atau penafsiran. Antara analisis yang satu dan yang lain punya prediksi yang berbeda dengan melihat harga yang sama. Setiap orang dapat membuat garis support dan resistance yang logis untuk membenarkan posisi mereka masing-masing. Selain itu dengan time frame yang berbeda akan  menemukan berbagai macam informasi yang berbeda-beda.
3.      Sangat Terlambat
Analisis Teknis dikritik karena sering kali terlambat memberikan informasi. Ketika anda menjalankan transaksi pada saat analisis sudah memberikan konfirmasi dalam periode waktu jangka panjang and akan menemukan bahwa apa yang anda lakukan sudah terlambat. Sebaliknya jika anda mengandalkan time frame jangka pendek anda akan menemukan banyak sekali sinyal palsu yang hanya bersifat sementara.
4.      Selalu Mempunyai Level Harga yang Berubah-ubah
Dalam analisis teknis banyak sekali level yang ditempuh dan selalu  berubah-ubah dari target satu ke target berikutnya, hal ini memperkesan bahwa analisis teknis tidak mempunyai pendirian yang tetap.  Bagi seorang trade dimana level yang tepat bukan masalah gampang. Seringkali kita mengambil keputusan yang salah menganggap sebuah level harga resistance menjadi harga terendahnya atau level support.
5.      Tidak Memiliki Kepastian
Tidak semua sinyal teknis dan pola pola grafik dapat diandalkan. Ketika memulai belajar analisis teknis kita akan menemukan pola dan indikator yang tidak saling mendukung. Misalnya, kita akan melakukan sell karena pola yang terbentuk adalah Double Top dan harga menembus neckline. Tetapi setelah kita melihat indikator ternyata belum menunjukan konfirmasi. Kita mulai ragu jangan-jangan harga dimana kita melakukan sell adalah harga Support untuk membentuk pola Triple Top.
Kesimpulan:
Selain memiliki banyak kelebihan ternyata Analisis Teknis juga ada beberapa kelemahan yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu disarankan bagi para trader untuk menggunakan maksimal dua atau tiga indikator teknis dan sebagai trader kita dituntut bersifat lebih fleksibel.

1 komentar:

Iyah tea mengatakan...

Analisa teknikal sangatlah dibutuhkan oleh trader untuk menganalisis setiap perubahan yang terjadi secara fundamnetal dengan melihat titik refersal di masa lalu atau pola support resistannya. hal ini sekarang saya gunakan juga dalam melakukan analisa dalam melakukan trading dengan jenis akun ECN di broker octafx dengan tambahan bantuan dari berita harian yang up to date yang diberikan oleh broker ini

Posting Komentar

 
KOMUNITAS FOREX MALANG | INVESTASI FOREX FIX PROFIT 4% | PELATIHAN FOREX